SUMBAWA – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur wilayah sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Sumbawa kini tengah memacu pembangunan jalan guna mewujudkan target 80% jalan mantap pada tahun 2029, selaras dengan mandat Program Unggulan 03 pasangan Jarot-Ansori.
Progres Signifikan di Tengah Keterbatasan
Berdasarkan data teknis tahun 2025, capaian tingkat kemantapan jalan kabupaten telah menyentuh angka 50,12%. Angka ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 1,71% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan, S.T., menjelaskan bahwa capaian ini diraih melalui kerja keras dan strategi pendanaan yang tepat.
"Pada awal masa pemerintahan Jarot-Ansori, kondisi jalan mantap kita berada di angka 48,41%. Saat ini, dengan dukungan APBD senilai Rp23 miliar, kita berhasil melakukan rekonstruksi di berbagai titik krusial," ujar Sofyan.
Capaian Pembangunan Tahun 2025
Sejumlah proyek strategis yang berhasil dituntaskan pada tahun anggaran 2025 dan berkontribusi langsung pada peningkatan persentase kemantapan jalan antara lain:
- Rehabilitasi Ruas Labuhan Sangoro – Maronge: Sepanjang 4 km.
- Ruas Alas – Marente: Sepanjang 3,9 km.
- Ruas SJN – Lamenta: Sepanjang 700 meter.
- Ruas Lenangguar – Teladan: Sepanjang 7,6 km (dari total 9 km).
- Pemeliharaan Berkala & Rutin: Total penanganan sepanjang 83,7 km di berbagai wilayah.
Strategi Menghadapi Tantangan Fiskal
Dinas PUPR mengakui adanya tantangan besar dalam pembiayaan, terutama dengan ditiadakannya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat dalam dua tahun terakhir. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Sumbawa bergerak taktis dengan memaksimalkan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) serta optimalisasi APBD.
Melalui skema IJD, beberapa proyek strategis yang kini menjadi prioritas nasional meliputi:
- Ruas Batudulang – Tepal: Total anggaran Rp92 miliar untuk penanganan sepanjang 8,1 km.
- Ruas Tepal – Batu Rotok: Sepanjang 12 km (Masuk daftar prioritas).
- Ruas Lenangguar – Teladan: Lanjutan sepanjang 7 km (Masuk daftar prioritas).
Sinergi dan Penanganan Fungsional
Selain jalan arteri kabupaten, sinergi juga dilakukan dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) yang telah merealisasikan peningkatan jalan lingkungan (aspal dan paving block) sepanjang 8.080 meter di kawasan permukiman.
Mengingat kondisi topografi wilayah selatan yang berbukit, biaya pembangunan per kilometer memang tergolong tinggi. Estimasi biaya untuk menaikkan setiap 1% kemantapan jalan membutuhkan anggaran sekitar Rp30 hingga Rp40 miliar, mengingat total panjang jalan kabupaten mencapai 890,9 km.
"Kami tetap optimis. Dengan kombinasi penanganan fungsional agar mobilisasi warga tetap lancar serta penguatan koordinasi ke pusat, target jalan mantap akan terus kita kejar demi kesejahteraan masyarakat Sumbawa," tutup Kadis PUPR.